Musim kemarau pada adab 

kita insan nya yang tak lagi putih

suka menentang, 

bergaya sensasi panas 

dan buta adab

hancur karena kefanahan

larut oleh zaman 

kita tak pintar,  sama sekali tidak

mengapa ?

tak ada selektif dalam hidup! 

tak bersinggah pada norma! 

tak tunjukan Mata pada yang di bawah! 

“saya harus seperti diya” 

hanya sensasi dijadikan raja

kepopularan yang tak ada harganya

sedangkan tuhan tak menanyakan itu semua! 

gugur lah adab – adab manusia 

engkau merangkul nikmat yang fanah
Mojokerto, 13July

Senja mutiara

Hadirnya butir embun membasuhku

Basuh luka dalam kalbu, 

Mengikrarkan manis-manis dalam otak mu

Menyulut hebat kelukaan ku 

Berubah,  sekejab berubah seperti ketenangan

Kebahagiaan yg baru ku telan

Engkau hadir setelah awan hitam 

Benarkah ini nyata? 

Bukankah semalam aku hanya bermimpi? 

Benarkah ini Cinta?  

Bukankah kemarin hanyalah luka?